Bagaimana antibodi menetralkan virus yang dibawa nyamuk – ScienceDaily

Bagaimana antibodi menetralkan virus yang dibawa nyamuk – ScienceDaily

[ad_1]

Para peneliti telah mempelajari struktur yang tepat dari patogen virus chikungunya yang ditularkan oleh nyamuk sementara ia terikat pada antibodi, yang menunjukkan bagaimana kemungkinan infeksi tersebut dinetralkan.

Penemuan ini dapat membantu para peneliti mengembangkan vaksin yang efektif melawan infeksi, yang menyebabkan gejala yang mirip dengan demam berdarah, diikuti oleh penyakit berkepanjangan yang mempengaruhi persendian dan menyebabkan radang sendi yang parah. Dalam wabah baru-baru ini, beberapa kasus berkembang menjadi ensefalitis yang fatal.

Para peneliti mempelajari “partikel seperti virus”, atau bentuk virus yang tidak menular. Mereka juga memperoleh resolusi virus yang mendekati skala atom yang melekat pada empat antibodi terpisah.

“Kami tahu antibodi ini menetralkan virus yang sebenarnya, jadi kami ingin tahu bagaimana mereka melakukannya,” sbantuan Michael Rossmann, Profesor Ilmu Biologi Hanley dari Universitas Purdue.

Temuan dirinci dalam makalah penelitian yang muncul Selasa (2 April) di jurnal eLife.

Para ilmuwan menggunakan teknik yang disebut mikroskop cryoelectron untuk mengungkap detail struktural penting tentang partikel mirip virus yang terikat pada antibodi. Partikel-partikel tersebut terbuat dari 180 “heterodimer”, molekul yang terbuat dari dua protein: protein amplop 1, atau E1, dan protein amplop 2, atau E2.

Penemuan ini menunjukkan struktur yang tepat dari partikel mirip virus yang terikat pada bagian penting dari antibodi, yang disebut fragmen pengikat antigen, atau Fab, yang menempel pada heterodimer yang menyusun kulit terluar virus. Analisis menunjukkan bahwa antibodi menstabilkan permukaan virus, menghalangi fusi ke sel inang dan kemungkinan menetralkan infeksi.

Chikungunya adalah alphavirus, keluarga virus yang mencakup ensefalitis kuda timur.

“Ini adalah pertama kalinya struktur alphavirus diperiksa secara rinci,” kata Rossmann.

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari secara tepat bagaimana virus menginfeksi manusia dan inang lainnya, pengetahuan yang dapat mengarah pada vaksin dan obat antivirus yang lebih baik, kata Rossmann.

Chikungunya pada tahun 2005 menyebabkan epidemi di Pulau Réunion. Mutasi pada protein E1 telah memungkinkan virus bereplikasi lebih efisien, yang dianggap sebagai alasan utama penyebaran ekstensif baru-baru ini, menginfeksi jutaan orang di Afrika dan Asia.

Tim peneliti melakukan eksperimen untuk merekam struktur virus dalam orientasi yang berbeda dan memperoleh struktur tiga dimensi dengan resolusi 5,3 Ångstroms, atau 5,3 sepuluh miliar meter.

Penelitian yang didanai oleh NIH ini sedang berlangsung dan melibatkan satu mahasiswa pascasarjana dan lima mahasiswa pascadoktoral. Salah satu tujuannya adalah untuk mempelajari bagaimana virus dimodifikasi ketika antibodi mengikat virus dan mendapatkan gambar dengan resolusi lebih tinggi.

Sumber Cerita:

Materi disediakan oleh Universitas Purdue. Asli ditulis oleh Emil Venere. Catatan: Konten dapat diedit gaya dan panjangnya.

Untuk Informasi Lebih lanjut silahkan Kunjungi : Slot Online

Author Image
adminProzen