Bagaimana infeksi herpes dapat mengganggu perkembangan otak janin manusia – ScienceDaily

Bagaimana infeksi herpes dapat mengganggu perkembangan otak janin manusia – ScienceDaily


Tiga model berbasis sel menjelaskan bagaimana infeksi virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1), yang dapat menyebar ke otak janin selama kehamilan, dapat berkontribusi pada berbagai cacat perkembangan saraf dan masalah neurologis jangka panjang hingga dewasa, menurut sebuah penelitian diterbitkan 22 Oktober 2020 di jurnal akses terbuka PLOS Patogen oleh Pu Chen dan Ying Wu dari Universitas Wuhan, dan rekan-rekannya.

HSV-1 adalah patogen yang sangat umum yang dapat menyebabkan masalah neurologis seumur hidup seperti disfungsi kognitif, ketidakmampuan belajar, dan demensia. Namun kemajuan dalam memahami peran HSV-1 dalam perkembangan otak janin manusia telah terhambat oleh akses terbatas ke jaringan otak janin manusia serta keterbatasan model hewan yang ada. Untuk mengatasi kesenjangan dalam pengetahuan ini, para peneliti menghasilkan tiga model gangguan perkembangan saraf berbasis sel, termasuk lapisan sel 2D dan struktur mirip otak 3D. Model-model ini didasarkan pada sel induk berpotensi majemuk yang diinduksi manusia (hiPSC) – sel induk embrionik yang belum matang yang dihasilkan oleh sel dewasa khusus yang memprogram ulang secara genetik.

Infeksi HSV-1 pada sel induk saraf yang berasal dari hiPSC menyebabkan aktivasi jalur apoptosis caspase-3, yang memulai kematian sel terprogram. Infeksi HSV-1 juga mengganggu produksi neuron baru, dan menghambat kemampuan sel induk saraf yang diturunkan dari hiPSC untuk diubah menjadi neuron dewasa melalui proses yang disebut diferensiasi saraf. Selain itu, organoid otak yang terinfeksi HSV-1 meniru ciri patologis gangguan perkembangan saraf di otak janin manusia, termasuk gangguan diferensiasi saraf dan kelainan struktur otak. Selain itu, model 3D menunjukkan bahwa infeksi HSV-1 mendorong proliferasi abnormal dan aktivasi sel non-neuron yang disebut mikroglia, disertai dengan aktivasi molekul inflamasi, seperti TNF-α, IL-6, IL-10, dan IL. -4. Menurut penulis, temuan ini membuka jalan terapeutik baru untuk menargetkan reservoir virus yang relevan dengan gangguan perkembangan saraf.

Para penulis menambahkan, “Studi ini memberikan bukti baru bahwa infeksi HSV-1 mengganggu perkembangan otak manusia dan berkontribusi pada hipotesis patogen gangguan perkembangan saraf.”

Sumber Cerita:

Materi disediakan oleh PLOS. Catatan: Konten dapat diedit untuk gaya dan panjangnya.

Untuk Informasi Lebih lanjut silahkan Kunjungi : Joker123

Posted in STD
Author Image
adminProzen