Orgasme yang Segera Terjadi Pada Wanita Berhubungan Dengan Kaki Gelisah - ScienceDaily

Kompleks protein mengidentifikasi yang mengendalikan infeksi dan reaktivasi – ScienceDaily


Infeksi virus herpes simpleks (HSV) bertahan seumur hidup. Setelah seseorang terinfeksi, virus dapat tetap tidak aktif (laten) selama bertahun-tahun sebelum aktif kembali secara berkala untuk menyebabkan penyakit berulang. Siklus yang kurang dipahami ini telah membuat para ilmuwan frustrasi selama bertahun-tahun. Sekarang, ilmuwan National Institutes of Health (NIH) telah mengidentifikasi sekumpulan protein kompleks yang direkrut ke gen virus dan merangsang infeksi awal dan pengaktifan kembali dari latensi. Tekanan lingkungan yang diketahui mengatur protein ini juga menyebabkan reaktivasi.

Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa satu setengah miliar orang terinfeksi HSV-2 sementara dua pertiga penduduk terinfeksi HSV-1. Virus ini menyebabkan penyakit pada manusia mulai dari luka mulut hingga luka genital hingga kondisi mata yang serius yang dapat menyebabkan kebutaan. Pada bayi, HSV dapat menyebabkan masalah neurologis dan perkembangan. Orang yang terinfeksi HSV juga memiliki peningkatan risiko tertular atau menularkan human immunodeficiency virus (HIV).

Para ilmuwan di National Institute of Allergy and Infectious Diseases NIH sebelumnya membuat kemajuan dalam memahami peran protein seluler HCF-1 dalam memulai infeksi dan reaktivasi HSV. HCF-1 dan protein terkait direkrut ke genom virus untuk memungkinkan virus bereplikasi dan menyebar. Pekerjaan sebelumnya ini mengidentifikasi target untuk pengembangan terapi untuk menekan infeksi dan reaktivasi.

Pekerjaan terbaru mereka, dengan kolaborator dari Universitas Princeton, mengidentifikasi kompleks protein HCF-1 baru yang memainkan peran tambahan dalam memulai infeksi virus dan pengaktifan kembali. Para ilmuwan menemukan bahwa mereka dapat mengaktifkan kembali HSV laten pada model tikus menggunakan senyawa yang mengaktifkan komponen kompleks protein HCF-1 ini. Menariknya, beberapa protein terkait HCF-1 ini juga terlibat dalam pengaktifan kembali HIV dari latensi.

Para peneliti terus menyelidiki kompleks protein yang terlibat dalam mempromosikan ekspresi gen HSV, infeksi, dan pengaktifan kembali dari latensi. Mengidentifikasi kompleks-kompleks ini dan memahami mekanisme fungsinya berpotensi mengungkapkan target tambahan untuk pengembangan terapi baru.

Sumber Cerita:

Materi disediakan oleh NIH / National Institute of Allergy and Infectious Diseases. Catatan: Konten dapat diedit gaya dan panjangnya.

Untuk Informasi Lebih lanjut silahkan Kunjungi : Keluaran SGP