‘Kotak alat’ baru untuk deteksi kanker urologi – ScienceDaily

‘Kotak alat’ baru untuk deteksi kanker urologi – ScienceDaily


Para peneliti dari Universitas Ghent, Belgia, bersama dengan peneliti dari Universitas Turku, Finlandia, telah mengembangkan metode baru untuk penemuan biomarker kanker urologi. Metode ini memungkinkan diagnosis dan pengobatan kanker tepat waktu. Kanker urologi termasuk misalnya kanker prostat, kandung kemih dan ginjal.

Biomarker merupakan tanda tangan biologis dalam tubuh yang dapat menunjukkan adanya kanker. Sumber biomarker baru yang menjanjikan adalah vesikula ekstraseluler. Ini adalah vesikula mikroskopis yang dilepaskan oleh sel kanker ke dalam cairan biologis, seperti urin.

– Mendeteksi dan memeriksa vesikula ini dalam urin memiliki potensi besar untuk mengembangkan tes baru untuk deteksi dini kanker urologi. Namun, penelitian terkait hal ini masih dalam tahap awal, kata Bert Dhondt dari Ghent University.

Sampai saat ini, tidak ada metode yang cukup efektif untuk memisahkan vesikula ekstraseluler dari urin. Metode tersebut penting untuk menyelidiki vesikel ini dan menggunakannya dalam diagnosis dan pengobatan pasien. Ini berarti bahwa penelitian laboratorium ekstensif terhadap biomarker yang menjanjikan ini belum diterjemahkan ke dalam tes urine baru yang dapat membantu pasien. Studi yang baru-baru ini diterbitkan membahas masalah ini dengan beberapa cara.

‘Toolbox’ Baru Membantu Memetakan Komposisi Vesikel Ekstraseluler

Para peneliti menyimpulkan bahwa metode yang saat ini digunakan untuk memisahkan vesikula ekstraseluler dari urin tidak optimal untuk mendeteksi biomarker kanker baru. Oleh karena itu, mereka mengembangkan ‘toolbox’ baru untuk memetakan komposisi vesikula ekstraseluler urin.

‘Kotak alat’ ini terdiri dari metode baru, yang dikembangkan di Universitas Ghent, untuk memisahkan vesikula ekstraseluler dari urin dengan kemurnian tinggi. Selain itu, para peneliti di Universitas Turku terlibat dalam pengembangan metode untuk menentukan komposisi protein vesikula.

– Kami memiliki pengetahuan dan peralatan top dunia di sini di Universitas Turku untuk menentukan komposisi protein sampel biologis, sedangkan para peneliti di Universitas Ghent mewakili yang paling atas dalam penelitian vesikel ekstraseluler. Oleh karena itu, pendistribusian pekerjaan sangat jelas sejak awal, demikian catat Docent Pekka Rappu dari Jurusan Biokimia Universitas Turku.

Peneliti menerapkan metode baru ini pada sampel urin dari pasien kanker prostat, kandung kemih, dan ginjal. Mereka menetapkan bahwa vesikula ekstraseluler dalam urin membawa tanda protein khusus untuk berbagai kanker urologi. Dengan menggunakan kotak peralatan baru ini, para peneliti juga dapat memetakan komposisi protein vesikula ekstraseluler urin dengan detail yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Hasil Dapat Mempercepat Pengembangan Tes Baru

Vesikel ekstraseluler semakin dikenal sebagai biomarker kanker yang menjanjikan. Berkat penelitian terbaru ini, para ilmuwan sekarang memiliki akses ke ‘kotak alat’ baru yang membawa kita selangkah lebih dekat ke pengembangan tes urine baru yang menjanjikan.

– Kedepannya, hasil penelitian ini dapat membantu pasien kanker urologi melalui diagnosa yang lebih cepat dan pengobatan yang tepat waktu, ungkap Bert Dhondt.

Sumber Cerita:

Materi disediakan oleh Universitas Turku. Catatan: Konten dapat diedit untuk gaya dan panjangnya.

Untuk Informasi Lebih lanjut silahkan Kunjungi : Keluaran HK

Author Image
adminProzen