Mekanisme pembekuan darah yang mungkin dalam COVID-19 ditemukan – ScienceDaily

Mekanisme pembekuan darah yang mungkin dalam COVID-19 ditemukan – ScienceDaily


Mengapa begitu banyak pasien COVID-19 yang mengalami pembekuan darah (trombosis) masih belum pasti. Tetapi para ilmuwan di Universitas Uppsala dan Rumah Sakit Universitas sekarang telah mengidentifikasi mekanisme yang mereka yakini terlibat. Protein tertentu memicu bagian dari sistem kekebalan kita yang dapat meningkatkan kecenderungan darah untuk membeku dan membentuk gumpalan. Studi tersebut sekarang diterbitkan di Trombosis dan Hemostasis.

Karena trombosis terbukti menjadi komplikasi umum pada COVID-19 yang parah, kebanyakan orang yang dirawat di rumah sakit untuk penyakit tersebut mendapatkannya.

Dalam sebuah studi baru, para peneliti di Universitas Uppsala telah menemukan bahwa mekanisme kunci pembentukan gumpalan pada COVID-19 mungkin adalah aktivasi dari apa yang dikenal sebagai sistem komplemen, yang merupakan bagian dari sistem kekebalan yang kita miliki sejak lahir. Hal ini dapat dimulai dari protein tertentu, salah satu contohnya adalah lektin pengikat manosa (MBL).

Enam puluh lima pasien yang menerima perawatan intensif di Rumah Sakit Universitas Uppsala diukur kadar MBL dan aktivitasnya. Pada semua orang yang mengalami trombosis selama tinggal di rumah sakit, aktivitas dan level MBL ditemukan meningkat.

Para ilmuwan percaya bahwa ketika sistem komplemen diaktifkan melalui MBL, itu berkontribusi pada aktivasi besar-besaran dari sistem pembekuan darah juga. Perubahan ini, terlihat pada banyak pasien COVID-19, menyebabkan trombosis. Studi tersebut menunjukkan bahwa sistem komplemen tidak hanya termasuk dalam pertahanan kekebalan kita, tetapi juga dapat berfungsi untuk meningkatkan kecenderungan pembekuan darah.

“Hasil kami sangat menarik karena menurut kami MBL mengaktifkan pembekuan darah dengan cara yang tidak dapat dicegah oleh obat pengencer darah. Ini mungkin menjelaskan mengapa begitu banyak pasien menderita penggumpalan darah meskipun sudah diobati,” kata penulis utama studi tersebut Oskar Eriksson, seorang dokter di Rumah Sakit Universitas dan peneliti di Departemen Imunologi, Genetika dan Patologi, Universitas Uppsala.

Para ilmuwan berpikir hasil mereka pada akhirnya dapat mengarah pada pengujian aktivitas MBL pada pasien COVID-19 untuk mengidentifikasi mereka yang berisiko tinggi terkena trombosis. MBL juga bisa menjadi target pengembangan obat di masa depan untuk mencegah kondisi tersebut.

Sumber Cerita:

Materi disediakan oleh Universitas Uppsala. Catatan: Konten dapat diedit gaya dan panjangnya.

Untuk Informasi Lebih lanjut silahkan Kunjungi : Keluaran SGP

Author Image
adminProzen