Menuju bola dalam sepak bola: Pemain dengan mata tertutup – ScienceDaily

Menuju bola dalam sepak bola: Pemain dengan mata tertutup – ScienceDaily

[ad_1]

Para peneliti dari Fakultas Ilmu Kesehatan dan Olahraga di Universitas Tsukuba mempelajari cara pemain tunanetra dan non-atlet yang dapat melihat melacak bola yang membuat kebisingan masuk. Mereka menemukan bahwa pemain tunanetra menggunakan rotasi kepala ke bawah yang lebih besar saat menjebak bola yang bergulir, dibandingkan dengan sukarelawan dengan penglihatan mata tertutup. Pekerjaan ini dapat membantu menjelaskan metode yang digunakan oleh orang-orang tunanetra untuk menyelesaikan tugas sehari-hari, serta membantu dalam pembuatan perangkat asisten pintar baru.

Sepak bola tunanetra merupakan olahraga yang bisa dinikmati siapa saja, tanpa memandang kemampuan visual. Kecuali penjaga gawang, mata pemain ditutup selama pertandingan, dan dapat mengikuti lokasi bola menggunakan suara yang dipancarkannya. Untuk lebih memahami cara pemain tunanetra dapat menerima dan mengontrol bola, para ilmuwan di Universitas Tsukuba merekrut pemain sepak bola tunanetra yang berpengalaman serta sukarelawan non-atlet yang dapat melihat. Sistem sepuluh kamera digunakan untuk melacak posisi tiga dimensi dari penanda reflektif yang dipasang pada badan setiap subjek uji. Tugas setiap peserta adalah menjebak bola yang masuk dengan kaki kanannya dengan mata tertutup.

Para pemain tuna netra berpengalaman menunjukkan sudut rotasi kepala ke bawah yang lebih besar, serta kinerja keseluruhan yang lebih baik, dibandingkan dengan non-atlet yang dapat melihat. Namun, tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan pada kepala horizontal atau rotasi batang. Hal ini menandakan bahwa pesepakbola tunanetra bisa lebih mencocokkan gerakan kepalanya dengan gerakan bola yang mendekat.

“Studi kami menunjukkan bahwa pemain tunanetra lebih baik dalam menjaga bola dalam arah egosentris yang konsisten dibandingkan dengan kepala selama proses penjebakan,” kata penulis senior Profesor Masahiro Kokubu.

Diketahui bahwa individu tunanetra dapat memiliki pendengaran yang lebih baik dibandingkan dengan individu yang dapat melihat, terutama untuk lokalisasi suara. “Hasil kami konsisten dengan temuan sebelumnya bahwa latihan meningkatkan kemampuan untuk melacak suara bahkan pada individu tunanetra yang sudah melakukan tugas ini lebih baik daripada orang yang dapat melihat,” jelas Profesor Kokubu. Hasil ini juga menunjukkan bahwa strategi pesepakbola tunanetra untuk melokalisasi bola secara akurat mirip dengan cara pemain bisbol tingkat tinggi memutar kepala mereka. Hasil dari proyek ini dapat mengarah pada peningkatan perangkat pintar yang memanfaatkan teknik yang sama untuk membantu individu dengan gangguan penglihatan.

Sumber Cerita:

Materi disediakan oleh Universitas Tsukuba. Catatan: Konten dapat diedit gaya dan panjangnya.

Untuk Informasi Lebih lanjut silahkan Kunjungi : Lagu Togel

Author Image
adminProzen