Orgasme yang Segera Terjadi Pada Wanita Berhubungan Dengan Kaki Gelisah - ScienceDaily

Nanopartikel emas lebih stabil dengan memasang cincin di atasnya – ScienceDaily


Ilmuwan Universitas Hokkaido telah menemukan cara untuk mencegah nanopartikel emas menggumpal, yang dapat membantu penggunaannya sebagai terapi anti kanker.

Memasukkan senyawa sintetis berbentuk cincin ke nanopartikel emas membantu mereka mempertahankan sifat penting penyerap cahaya, lapor peneliti Universitas Hokkaido dalam jurnal tersebut. Komunikasi Alam.

Nanopartikel logam memiliki sifat penyerap cahaya yang unik, membuatnya menarik untuk berbagai aplikasi optik, elektronik, dan biomedis. Misalnya, jika dikirim ke tumor, mereka dapat bereaksi dengan cahaya yang diterapkan untuk membunuh jaringan kanker. Masalah dengan pendekatan ini, bagaimanapun, adalah bahwa mereka mudah berkumpul bersama dalam larutan, kehilangan kemampuan mereka untuk menyerap cahaya. Penggumpalan ini terjadi sebagai respons terhadap berbagai faktor, termasuk suhu, konsentrasi garam, dan keasaman.

Para ilmuwan telah mencoba menemukan cara untuk memastikan partikel nano tetap tersebar di lingkungan target mereka. Menutupinya dengan polietilen glikol, atau dikenal sebagai PEG, relatif berhasil dalam hal ini dalam kasus partikel nano emas. PEG bersifat biokompatibel dan dapat mencegah permukaan emas menggumpal di laboratorium dan organisme hidup, tetapi perbaikan masih diperlukan.

Ahli kimia terapan Takuya Yamamoto dan rekannya di Universitas Hokkaido, Universitas Tokyo, dan Institut Teknologi Tokyo menemukan bahwa pencampuran nanopartikel emas dengan PEG berbentuk cincin, daripada PEG yang biasanya linier, secara signifikan meningkatkan dispersi. ‘Cyclic-PEG’ (c-PEG) menempel pada permukaan nanopartikel tanpa membentuk ikatan kimia dengannya, sebuah proses yang disebut fisisorpsi. Nanopartikel yang dilapisi tetap tersebar saat dibekukan, dikeringkan-beku dan dipanaskan.

Tim menguji nanopartikel emas yang dilapisi c-PEG pada tikus dan menemukan bahwa mereka dibersihkan perlahan dari darah dan terakumulasi lebih baik dalam tumor dibandingkan dengan nanopartikel emas yang dilapisi dengan PEG linier. Namun, akumulasi lebih rendah dari tingkat yang diinginkan, sehingga para peneliti merekomendasikan penyelidikan lebih lanjut untuk menyempurnakan nanopartikel untuk tujuan ini.

Associate Professor Takuya Yamamoto adalah bagian dari Laboratory of Chemistry of Molecular Assemblies di Hokkaido University, tempat ia mempelajari sifat dan aplikasi berbagai senyawa kimia siklik.

Sumber Cerita:

Materi disediakan oleh Universitas Hokkaido. Catatan: Konten dapat diedit gaya dan panjangnya.

Untuk Informasi Lebih lanjut silahkan Kunjungi : Data SGP