Penanda feses dapat membantu mendiagnosis tanda awal kondisi usus kronis – ScienceDaily

Penanda feses dapat membantu mendiagnosis tanda awal kondisi usus kronis – ScienceDaily


Molekul kecil yang ditemukan dalam feses dapat memberikan petunjuk tentang peradangan awal yang ditemukan dalam kondisi usus kronis, seperti penyakit usus usus (IBD), dan berfungsi sebagai penanda baru untuk diagnosis, menurut sebuah penelitian yang dipimpin oleh Institute for Biomedical Sciences di Georgia State. Universitas.

Para peneliti menemukan bahwa miRNA tinja, urutan asam nukleat kecil, dapat digunakan sebagai alat untuk menilai kesehatan mikrobiota usus, mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan kita, dan memberikan petunjuk awal untuk peradangan usus pada tikus.

Penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa mikrobiota dapat berperan dalam perkembangan peradangan usus. Karena gangguan simbiosis antara mikrobiota dan usus dikaitkan dengan berbagai penyakit inflamasi, seperti IBD dan sindrom metabolik, penting untuk mengidentifikasi biomarker baru kesehatan mikrobiota. Penemuannya dipublikasikan di jurnal Theranostik, adalah beberapa yang pertama menunjukkan hubungan antara miRNA tinja dan mikrobiota usus. Penelitian sebelumnya untuk menemukan biomarker IBD atau inflamasi sebagian besar dilakukan dari jaringan dan darah.

“Kami menemukan bahwa miRNA dari tinja menunjukkan tingkat peradangan serta fungsi mikrobiota,” kata Dr. Emilie Viennois, penulis pertama studi dan asisten profesor di Institute for Biomedical Sciences. “Ini memang bisa menunjukkan apakah mikrobiota lebih rentan untuk memicu peradangan atau lebih melindungi terhadap peradangan, dan itu juga bisa menentukan kemampuan pasien untuk merespons terapi.”

Para peneliti menggunakan tikus bebas kuman, atau hewan yang tidak memiliki mikroorganisme yang hidup di tubuhnya, dan menjajahnya dengan berbagai mikrobiota. Tikus dengan mikrobiota yang terkait dengan perkembangan peradangan usus telah mengubah profil miRNA tinja secara jelas dibandingkan dengan tikus yang menerima mikrobiota “sehat”.

Selanjutnya, Viennois berencana mempelajari sampel feses manusia, yang relatif mudah diperoleh karena dokter secara rutin mengumpulkan spesimen feses dari pasien untuk menguji kondisi gastrointestinal.

“Studi lebih lanjut perlu dilakukan pada manusia, tapi kami pikir miRNA tinja juga bisa menjadi cara untuk menunjukkan status mikrobiota pada pasien IBD,” kata Viennois. “Kami tahu bahwa beberapa mikrobiota lebih rentan menyebabkan peradangan daripada yang lain, dan menggunakan miRNA sebagai alat untuk menentukan itu akan sangat berguna.”

Studi ini didanai oleh Career Development Award dari Crohn’s and Colitis Foundation dan National Institutes of Health’s National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases.

Sumber Cerita:

Materi disediakan oleh Universitas Negeri Georgia. Catatan: Konten dapat diedit gaya dan panjangnya.

Untuk Informasi Lebih lanjut silahkan Kunjungi : Slot Online

Author Image
adminProzen