Orgasme yang Segera Terjadi Pada Wanita Berhubungan Dengan Kaki Gelisah - ScienceDaily

Penemuan baru tentang bagaimana otak ‘kusut’ dalam Penyakit Alzheimer – ScienceDaily


Peneliti Universitas Queensland telah menemukan proses ‘pembibitan’ baru di sel-sel otak yang bisa menjadi penyebab demensia dan penyakit Alzheimer.

Peneliti demensia Institut Otak Queensland dari UQ, Profesor Jürgen Götz mengatakan penelitian tersebut mengungkapkan bahwa neuron yang kusut, tanda ciri khas demensia, sebagian terbentuk oleh proses seluler yang tersesat dan memungkinkan protein beracun, tau, bocor ke sel otak yang sehat.

“Kebocoran ini menciptakan proses pembibitan yang merusak yang menyebabkan kusutnya tau dan pada akhirnya menyebabkan hilangnya ingatan dan gangguan lainnya,” kata Profesor Götz.

Profesor Götz mengatakan sampai saat ini para peneliti tidak mengerti bagaimana biji tau bisa lepas setelah diserap ke dalam sel yang sehat.

“Pada orang dengan penyakit Alzheimer, tampaknya kantung kecil yang mengangkut pesan di dalam atau di luar sel, yang disebut eksosom, memicu reaksi yang membuat lubang di dinding membran sel mereka sendiri dan memungkinkan benih beracun keluar,” katanya.

“Karena lebih banyak tau yang menumpuk di otak, akhirnya membentuk kusut, dan bersama dengan protein yang dikonfigurasi secara tidak normal yang dikenal sebagai plak amiloid, mereka membentuk fitur utama dari penyakit neurologis ini.”

Peneliti Queensland Brain Institute Dr Juan Polanco mengatakan temuan itu akan membantu para ilmuwan mengumpulkan bagaimana bentuk penyakit Alzheimer yang tidak diturunkan dan demensia lainnya terjadi.

“Semakin kita memahami mekanisme yang mendasari, semakin mudah untuk mengganggu proses dan memperlambat atau bahkan menghentikan penyakit,” kata Dr Polanco.

“Seiring dengan Alzheimer, proses seluler ini mungkin juga memainkan peran utama dalam penyakit kognitif lainnya, dari demensia lobus frontal hingga gangguan neurologis langka dengan tau beracun.

“Bahkan dalam penelitian kanker, ada bukti yang menunjukkan bahwa eksosom ini dapat memuat pesan unik yang mencerminkan kondisi tumor dan memungkinkan mereka mereplikasi dan menyebarkan kanker lebih cepat ke seluruh tubuh.

“Meningkatkan pemahaman kami tentang bagaimana Alzheimer dan penyakit lain menyebar melalui eksosom akan memungkinkan kami menciptakan cara baru untuk mengobati dan mengintervensi proses seluler ini di masa depan.”

Profesor Götz mengarahkan penelitian di Clem Jones Center for Aging Dementia Research QBI. Sebuah tim dalam kelompok penelitiannya, yang dipimpin oleh Dr Polanco, melihat peran eksosom dan disfungsi sel sebagai faktor risiko penyakit neurodegeneratif.

Sumber Cerita:

Materi disediakan oleh Universitas Queensland. Catatan: Konten dapat diedit gaya dan panjangnya.

Untuk Informasi Lebih lanjut silahkan Kunjungi : Lagu Togel