Proses saraf yang terlibat dalam ADHD – ScienceDaily

Proses saraf yang terlibat dalam ADHD – ScienceDaily

[ad_1]

Attention-Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah kondisi yang tersebar luas dengan penyebab mendasar yang kompleks. Obat stimulan yang disebut methylphenidate adalah pengobatan ADHD umum yang memengaruhi tingkat dopamin otak, neurotransmitter yang terlibat dalam sistem penghargaan; namun, methylphenidate memiliki potensi penyalahgunaan, dan efek terapeutiknya kurang dipahami.

Untuk mengeksplorasi beragam interaksi methylphenidate dengan sistem dopamin di otak, para peneliti di Okinawa Institute of Science and Technology Graduate University (OIST) bekerja sama dengan para ilmuwan di University of Otago dan University of Auckland di Selandia Baru, menyelidiki tindakan obat tersebut. pada tikus. Dengan menggunakan rekaman sel dopamin, pemantauan elektrokimia, dan pemodelan komputer, mereka menemukan sejenis umpan balik yang memodulasi tingkat dopamin di otak tikus sebagai respons terhadap obat tersebut. Proses pengaturan ini dapat menjelaskan sifat terapeutik methylphenidate pada ADHD. Temuan para peneliti dipublikasikan di Kemajuan dalam Neurobiologi.

“Kami tahu sedikit tentang bagaimana methylphenidate bekerja pada tingkat molekuler, tetapi tidak bagaimana hal itu mempengaruhi sistem saraf yang lebih besar. Masih menjadi misteri bagaimana obat ini memperbaiki gejala ADHD,” kata Profesor Jeff Wickens dari Unit Penelitian Neurobiologi OIST. “Misteri ini menuntun kita untuk mengeksplorasi bagaimana berbagai bagian otak berinteraksi untuk menghasilkan efek terapeutik.”

Membuka rahasia dopamin

Untuk melaksanakan penelitiannya, tim internasional memberikan methylphenidate dengan konsentrasi 5,0 mg / kg kepada sekelompok tikus jantan dewasa, sedangkan kelompok kontrol tidak menerima obat. Setelah pembedahan menanamkan elektroda di otak tikus, para peneliti menggunakan teknik elektrokimia yang disebut voltametri untuk memantau perubahan waktu nyata dalam konsentrasi dopamin seluler di daerah otak yang terlibat dalam ADHD. Para peneliti juga melakukan pengukuran dalam irisan otak langsung dari otak tengah dan otak depan tikus.

Untuk membantu memahami data, para ilmuwan di OIST, termasuk teknisi Kavinda Liyanagama, merancang program komputer untuk memodelkan efek methylphenidate pada sistem dopamin.

Neuron melepaskan dopamin dengan berbagai cara: pelepasan fasik ditandai dengan lonjakan cepat dan intensitas tinggi di neurotransmitter, seringkali sebagai respons terhadap rangsangan motivasi seperti obat-obatan atau camilan manis. Pelepasan tonik, di sisi lain, mengacu pada pelepasan neuron dopamin yang lebih lambat dan lebih teratur, dan terlibat dalam gerakan otot dan sendi.

Wickens dan rekan-rekannya awalnya mengira bahwa, karena methylphenidate menghalangi pengambilan kembali dopamin oleh reseptor di otak, bahwa obat tersebut harus meningkatkan sinyal dopamin fasik. Sebaliknya, setelah menganalisis data mereka, para peneliti menemukan hal sebaliknya: methylphenidate tidak meningkatkan dopamin phasic. Untuk menjelaskan temuan ini, Wickens mencurigai bahwa otak memiliki mekanisme umpan balik yang sangat kuat untuk menjaga tingkat dopamin otak tetap terkendali, bahkan ketika pengambilan ulang diblokir oleh methyphenidate.

“Saat Anda menggunakan methylphenidate di otak utuh, ada mekanisme regulasi saraf untuk mengimbangi efek langsung obat,” kata Wickens. “Efek terapi Methylphenidate bisa menjadi konsekuensi tidak langsung dari umpan balik ini.”

Pemodelan komputer menunjukkan bahwa methylphenidate terutama memengaruhi sinyal dopamin tonik. Pergeseran sinyal tonik dopamin dapat mengaktifkan reseptor dopamin dengan cara yang dapat memperbaiki gejala ADHD.

Wickens mengakui bahwa penelitian itu dilakukan pada tikus yang sehat. Langkah kelompok selanjutnya adalah melihat putaran umpan balik ini pada model hewan ADHD.

Selain itu, Wickens menduga bahwa ADHD adalah kumpulan gangguan, yang membutuhkan terapi kombinasi. Karena itu, ia juga berharap untuk mengeksplorasi mekanisme pengobatan lain.

Untuk Informasi Lebih lanjut silahkan Kunjungi : Slot Online

Author Image
adminProzen