Orgasme yang Segera Terjadi Pada Wanita Berhubungan Dengan Kaki Gelisah - ScienceDaily

Restless Legs Syndrome Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung – ScienceDaily


Orang dengan sindrom kaki gelisah (RLS), terutama orang tua, mungkin berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam edisi 10 April 2007, Neurology®, jurnal ilmiah American Academy of Neurology .

Untuk penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Sacré-Coeur Universitas Montreal, sepuluh orang dengan RLS yang tidak diobati menghabiskan malam di laboratorium tidur, di mana para peneliti memantau pergerakan kaki secara berkala dan perubahan tekanan darah. RLS adalah kelainan neurologis di mana orang memiliki keinginan kuat untuk menggerakkan kaki mereka. Gejala seperti gerakan kaki secara berkala biasanya paling parah pada malam hari saat kaki sedang beristirahat dan dapat terjadi setiap 20 hingga 40 detik, meningkatkan tekanan darah.

Studi ini menemukan tingkat tekanan darah selama gerakan kaki berkala naik rata-rata 20 poin untuk pembacaan sistolik, yang merupakan angka atas atau pertama, dan rata-rata 11 poin untuk pembacaan diastolik, yang merupakan angka bawah atau kedua.

“Kenaikan tekanan darah yang berulang selama gerakan kaki secara berkala dapat membahayakan sistem kardiovaskular, terutama pada kasus RLS yang parah, orang tua, dan mereka yang memiliki riwayat penyakit yang panjang,” kata penulis utama studi tersebut, Paola Lanfranchi, MD, MSc, dengan Université de Montréal di Quebec, Kanada. “Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa perubahan tekanan darah yang signifikan, seperti yang ditunjukkan dalam penelitian kami, terkait dengan perkembangan pembuluh darah dan kerusakan jantung. Selain itu, lonjakan tekanan darah yang drastis di malam hari telah dikaitkan dengan tingkat stroke yang lebih tinggi pada orang tua.”

Selain itu, studi tersebut menemukan perubahan tekanan darah paling meningkat seiring bertambahnya usia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit yang lebih lama. “Temuan ini sangat menyarankan lonjakan tekanan darah yang disebabkan oleh gerakan kaki secara berkala dapat memberikan dampak merusak pada sistem kardiovaskular pada orang sehat,” kata penulis studi Jacques Montplaisir, MD, dari Université de Montréal. “Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengklarifikasi dan mengukur efek merusak dari perubahan tersebut pada jantung dan pembuluh darah dan juga untuk menentukan bagaimana obat untuk RLS dapat mempengaruhi efek merusak ini.”

Lanfranchi dan Montplaisir mengatakan temuan tersebut harus ditafsirkan dengan hati-hati karena penelitian dibatasi oleh ukuran sampel yang kecil karena hanya orang dengan RLS yang tidak diobati yang dimasukkan dalam penelitian.

Studi ini didukung oleh Health Research Funds of Quebec, Canadian Institutes of Health Research, dan Heart and Stroke Foundation of Quebec.

Sumber Cerita:

Materi disediakan oleh Akademi Neurologi Amerika. Catatan: Konten dapat diedit gaya dan panjangnya.

Untuk Informasi Lebih lanjut silahkan Kunjungi : Data SGP