Sentuhan ringan untuk meningkatkan diagnosis rheumatoid arthritis – ScienceDaily

Sentuhan ringan untuk meningkatkan diagnosis rheumatoid arthritis – ScienceDaily

[ad_1]

Sebuah cara baru untuk mendeteksi rheumatoid arthritis menggunakan sinar infra merah dapat menawarkan cara yang obyektif untuk mendiagnosis penyakit dan memantau efektivitas pengobatan, sebuah studi University of Birmingham menunjukkan.

Teknik cepat dan non-invasif dapat membantu dokter mendiagnosis penyakit lebih dini, dan menilai seberapa efektif pengobatan yang dipilih dalam mengontrol perkembangan penyakit.

Artritis reumatoid (RA) adalah penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang lapisan sendi, menyebabkan peradangan dan pembengkakan yang menyakitkan. Ini mempengaruhi sekitar 500.000 orang di Inggris dan diagnosis saat ini bergantung pada kombinasi pemeriksaan fisik oleh konsultan rheumatologist, tes darah, dan pemindaian dengan x-ray atau ultrasound. Menganalisis ini bisa memakan waktu, tetapi juga subjektif, membutuhkan staf yang sangat terlatih.

Teknik baru, yang dikembangkan oleh tim di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Birmingham bekerja sama dengan Institut Teknologi Kesehatan dan Ahli Reumatologi di Pusat Penelitian Biomedis NIHR Birmingham, menggabungkan pencitraan digital 3D dengan spektroskopi inframerah untuk membuat gambar 3D dari kandungan darah di dalam tangan pasien yang dapat digunakan untuk menghasilkan penilaian yang objektif dan dapat diukur.

Pasien meletakkan tangannya di dalam pemindai, yang pertama kali membuat model tangan 3D, mengukur ukuran dan konturnya. Pada langkah selanjutnya, sinar infra merah diarahkan melalui setiap jari secara bergantian dan jumlah cahaya yang keluar melalui jari diukur. Karena darah yang mengandung oksigen dan terdeoksigenasi menyerap cahaya secara berbeda, pencitraan inframerah dapat digunakan untuk menghitung tanda peringatan RA seperti hipoksia – penurunan kadar oksigen darah – dan peningkatan kadar darah, yang merupakan indikasi peradangan.

“Kami tahu bahwa mendiagnosis pasien dengan RA lebih awal sangat penting, karena pengobatan dini mengarah pada hasil jangka panjang yang lebih baik,” jelas Profesor Hamid Dehghani, yang memimpin penelitian. “Sistem yang kami kembangkan menawarkan cara yang murah dan obyektif untuk mendeteksi penyakit dan secara potensial menilai seberapa canggihnya. Kami berharap, pada saatnya nanti akan memungkinkan para dokter untuk mendiagnosis penyakit lebih awal dan menawarkan rencana perawatan yang dipersonalisasi untuk pasien.”

Dalam sebuah studi percontohan, tim tersebut memeriksa 144 sendi dari 21 pasien reumatologi dan mampu mendeteksi sendi yang meradang secara akurat, dengan hasil yang sangat cocok dengan diagnosis yang dibuat menggunakan ultrasound dan pemeriksaan klinis. Hasilnya dipublikasikan di Jurnal Optik Biomedis.

Sumber Cerita:

Materi disediakan oleh Universitas Birmingham. Catatan: Konten dapat diedit gaya dan panjangnya.

Untuk Informasi Lebih lanjut silahkan Kunjungi : Keluaran SGP

Author Image
adminProzen