Strain berbahaya dapat meningkatkan kolonisasi paru-paru oleh bakteri lain yang biasanya ditemukan di mulut – ScienceDaily

Strain berbahaya dapat meningkatkan kolonisasi paru-paru oleh bakteri lain yang biasanya ditemukan di mulut – ScienceDaily


Zat yang diproduksi oleh bakteri berbahaya di paru-paru pasien fibrosis kistik dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri lain yang, pada gilirannya, menghambat biofilm bakteri berbahaya, menurut penelitian baru yang diterbitkan di PLOS Patogen.

Kebanyakan orang dengan fibrosis kistik mengembangkan infeksi paru-paru yang melibatkan banyak spesies mikroba. Mikroba ini menempel satu sama lain dan pada dinding saluran napas dalam struktur yang dikenal sebagai biofilm. Bakteri biofilm yang dikenal sebagai Pseudomonas aeruginosa dapat menyebabkan gejala yang merusak, tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa bakteri lain yang dikenal sebagai streptokokus mungkin menghambat P. aeruginosa dan meningkatkan fungsi paru-paru.

Untuk lebih memahami peran streptokokus pada fibrosis kistik, Jessica Scoffield dari Universitas Alabama di Birmingham dan rekannya menanam beberapa biofilm di piring dan lalat buah. Setiap biofilm terdiri dari a P. aeruginosa strain dan strain streptococcus. Para peneliti menggunakan teknik molekuler dan mikroskop untuk mengamati interaksi antara bakteri.

Para ilmuwan menemukan bahwa zat karbohidrat yang dikenal sebagai alginat, diproduksi oleh strain tertentu P. aeruginosa dikenal sebagai FRD1, mempromosikan biofilm dari spesies streptococcus Streptococcus parasanguinis. Pada saat yang sama, pembentukan biofilm oleh S. parasanguinis membatasi pembentukan biofilm P. aeruginosa – sejalan dengan penelitian sebelumnya.

Tim juga menemukan bukti bahwa molekul yang dikenal sebagai adhesins, yang diproduksi oleh S. parasanguinis, memainkan peran penting dalam proses ini. Adhesins membantu sel-sel saling menempel dalam biofilm atau menempel pada permukaan, dan mereka tampaknya diperlukan untuk meningkatkan pembentukan biofilm dengan S. parasanguinis di hadapan alginat.

Penemuan ini menunjukkan mekanisme potensial yang dengannya S. parasanguinis, yang biasanya ditemukan di permukaan gigi, mungkin menjajah paru-paru pasien fibrosis kistik dan menghambat P. aeruginosa. Studi lebih lanjut tentang interaksi ini dapat memberikan petunjuk untuk pengembangan pengobatan baru untuk memerangi P. aeruginosa infeksi.

Sumber Cerita:

Materi disediakan oleh PLOS. Catatan: Konten dapat diedit gaya dan panjangnya.

Untuk Informasi Lebih lanjut silahkan Kunjungi : Toto SGP

Author Image
adminProzen