Vaksin terbukti efektif melawan jenis pneumonia yang paling parah – ScienceDaily

Vaksin terbukti efektif melawan jenis pneumonia yang paling parah – ScienceDaily


Vaksin pneumokokus efektif melindungi anak-anak di Laos dari jenis pneumonia yang paling parah, sebuah studi baru menemukan.

Penelitian yang dipimpin oleh Murdoch Children’s Research Institute (MCRI) dan dipublikasikan di Kesehatan Regional Lancet – Pasifik Barat, menemukan vaksin PCV13 mengurangi pneumonia hipoksia dan pneumonia yang membutuhkan dukungan oksigen sebesar 37 persen.

MCRI Dr Cattram Nguyen mengatakan meskipun vaksin pneumokokus diketahui dapat mengurangi kasus pneumonia yang parah pada masa kanak-kanak, tidak ada penelitian dari Asia yang mengukur keefektifannya sampai sekarang.

Penelitian tersebut melibatkan 826 anak, berusia hingga lima tahun, yang dirawat di rumah sakit karena pneumonia. PCV13 mengurangi pneumonia hipoksia dan pneumonia yang membutuhkan oksigen ekstra hingga 37 persen.

Dr Nguyen mengatakan karena pneumonia adalah penyebab utama kematian masa kanak-kanak di Laos, vaksin PCV13 memiliki potensi besar untuk meringankan beban penyakit ini pada mereka yang paling rentan. Pneumonia yang membutuhkan terapi oksigen adalah salah satu manifestasi pneumonia yang paling parah.

“Perawatan kesehatan universal tidak ada di Laos sampai saat ini, dan perawatan oksigen tambahan sangat mahal untuk keluarga,” katanya.

Pada Oktober 2013, Laos memperkenalkan vaksin PCV13 ke dalam program vaksinasi anak nasionalnya, didukung oleh Gavi, the Vaccine Alliance. Tetapi Kementerian Kesehatan meminta bukti manfaat kesehatan dari vaksin tersebut untuk mendukung penggunaan berkelanjutannya.

Profesor MCRI Fiona Russell mengatakan negara-negara Asia sangat lambat dalam memperkenalkan PCV13 ke dalam program imunisasi nasional mereka.

“Hasil ini memberikan argumen yang kuat untuk melanjutkan vaksinasi PCV13 pada masa kanak-kanak di Laos dan untuk diperkenalkan ke negara-negara serupa dengan tingkat kematian yang tinggi akibat pneumonia,” katanya.

Profesor Russell mengatakan studi tersebut juga menjelaskan metode sederhana berbasis rumah sakit tunggal berbiaya rendah untuk menilai efektivitas vaksin yang layak untuk diadopsi oleh negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah lainnya. Mengukur keberhasilan vaksin ini biasanya membutuhkan ribuan kasus yang dikumpulkan selama bertahun-tahun pengawasan, dan seringkali melibatkan banyak rumah sakit, katanya

“Dalam studi ini, kami mendaftarkan anak-anak yang dirawat di rumah sakit dengan pneumonia hipoksia dan non-hipoksia di satu rumah sakit dan membandingkan tingkat vaksinasi pneumokokus antara dua kelompok untuk menentukan efektivitas vaksin selama sekitar empat tahun,” katanya.

Secara global, infeksi saluran pernapasan bawah, termasuk pneumonia, merupakan penyebab utama kematian pada anak di bawah lima tahun, menyebabkan 800.000 kematian setiap tahun, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Streptococcus pneumoniae (pneumococcus) diperkirakan menyebabkan lebih dari separuh kematian terkait pneumonia pada anak di bawah lima tahun.

Sumber Cerita:

Materi disediakan oleh Lembaga Penelitian Anak Murdoch. Catatan: Konten dapat diedit untuk gaya dan panjangnya.

Untuk Informasi Lebih lanjut silahkan Kunjungi : SGP Prize

Author Image
adminProzen